-
Program studi Profesi Fisioterapi merupakan tahap pendidikan lanjutan bagi lulusan Sarjana Fisioterapi (S.Ft) untuk mendapatkan gelar Fisioterapis (Physiotherapist/Physio). Program ini bertujuan untuk membekali mahasiswa dengan keterampilan klinis yang mendalam agar siap menangani pasien secara mandiri dan profesional.
Selama menempuh profesi, mahasiswa biasanya akan berputar (rotating) di berbagai departemen, antara lain:
Neuromuskular: Fokus pada gangguan saraf (seperti stroke, Parkinson, atau cedera saraf tulang belakang).
Muskuloskeletal: Fokus pada otot dan tulang (seperti patah tulang, nyeri punggung, atau cedera olahraga).
Kardiovaskular & Pulmonal: Fokus pada pemulihan fungsi jantung dan paru-paru.
Pediatri & Geriatri: Penanganan khusus untuk anak-anak atau lansia.
Kesehatan Wanita: Fokus pada fisioterapi pra dan pasca melahirkan.
Berikut adalah rincian prospek karier bagi seorang Fisioterapis (Ftr.):
Ini adalah jalur karier yang paling umum. Anda bisa bekerja di:
Rumah Sakit (RSUD/Swasta): Mengisi unit rehabilitasi medik, menangani pasien pasca-stroke, pasca-operasi tulang, hingga perawatan intensif (ICU).
Puskesmas: Berperan dalam pelayanan kesehatan tingkat pertama dan pencegahan penyakit di masyarakat.
Klinik Spesialis: Klinik khusus saraf (Neuromuscular), tulang & sendi (Musculoskeletal), atau klinik tumbuh kembang anak (Pediatric).
Bagi Anda yang menyukai dunia olahraga, prospeknya meliputi:
Fisioterapis Tim Olahraga: Menjadi bagian dari tim medis klub sepak bola, basket, atau atlet nasional (KONI) untuk mencegah dan menangani cedera atlet.
Sport Center & Gym: Menjadi konsultan kebugaran atau menangani cedera olahraga bagi masyarakat umum.
Personal Physiotherapist: Melayani klien eksklusif atau atlet profesional secara privat.
Salah satu keunggulan lulusan Profesi adalah kewenangan legal untuk:
Membuka Klinik Mandiri: Dengan memiliki STR dan SIP, Anda bisa membuka praktik sendiri di rumah atau ruko.
Layanan Homecare: Memberikan terapi dengan datang langsung ke rumah pasien (Home visit), yang saat ini permintaannya sangat tinggi untuk pasien lansia (Geriatri).
Perusahaan besar kini mulai menyadari pentingnya kesehatan kerja. Fisioterapis dibutuhkan untuk:
Konsultan Ergonomi: Merancang posisi kerja yang benar bagi karyawan kantor atau pabrik guna mencegah nyeri punggung dan cedera otot akibat kerja.
Jika Anda tertarik pada dunia pendidikan:
Dosen/Tenaga Pendidik: Mengajar di universitas atau poltekkes (biasanya memerlukan studi lanjut S2).
Peneliti: Mengembangkan teknik terapi baru atau inovasi alat bantu kesehatan.
Berbeda dengan masa perkuliahan sarjana yang fokus pada teori, program profesi didominasi oleh praktik klinik (stase)di berbagai unit kesehatan. Fokus utamanya adalah:
Asesmen dan Diagnosis: Mampu mengidentifikasi gangguan gerak dan fungsi tubuh pada pasien.
Intervensi Fisioterapi: Melakukan tindakan terapi fisik seperti manual therapy, pemberian latihan fisik (therapeutic exercise), hingga penggunaan alat elektro-fisika.
Rehabilitasi dan Pencegahan: Membantu pemulihan pasca-cedera/operasi serta memberikan edukasi untuk mencegah penurunan fungsi fisik.